Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Popwil Jabar 2009 Kota Bogor Siap Pertahankan Gelar

Jurnal Bogor, 25 June 2009

oleh Rubrik: ROAD TO BANDUNG Bogor -

Sebanyak tujuh cabor (cabang olahraga) yang akan mengikuti Popwil (Pekan Olahraga Pelajar Wilayah) Jawa Barat di Bandung yang akan berlangsung mulai hari ini. Sebelumnya, tim dilepas oleh Kabid Dikluspora (Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah) Disdikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga), Soni Nasution yang bertempat di Kantor Disdikpora, Selasa (23/6) lalu. Sebanyak 135 atlet pelajar telah siap untuk kembali mempertahankan gelar bagi Kota Bogor. Tujuh cabang olahraga yang dipersiapkan Kota Bogor antara lain, silat , sepak bola, bola boli, tenis meja, bulu tangkis, tenis lapangan, dan basket. Dalam kata sambutannya, Soni mengungkapkan bahwa atlet harus berkonsentrasi dengan pertandingan yang akan dijalani. Namun, dia juga mengingatkan agar atlet harus beristirahat dengan cukup agar tidak sakit selama mengikuti Popwil. “Atlet boleh saja berjuang dengan keras untuk membela Kota Bogor, tetapi mereka harus menjaga kesehatan agar dapat tampil dengan maksimal,” ujarnya. Selain itu, dia juga meminta agar atlet dapat tampil dengan maksimal. Hal ini sangat penting untuk mempertahankan gelar Kota Bogor. Pada penyelenggaran Popwil tahun 2007, Kota Bogor berhasil menjadi juara umum. “Menjadi juara mungkin gampang, tetapi bila mempertahankan gelar, itu merupakan hal yang susah. Hal ini yang kami tekankan kepada atlet agar mereka dapat bertanding dengan semaksimal mungkin agar gelar juara umum kembali ke tangan Kota Bogor,” jelasnya. Untuk itu, dia berharap agar seluruh aspek masyarakat, terutama pelajar di Kota Bogor dapat mendukung generasi muda yang diharapkan menjadi penerus atlet-atlet handal yang ada di Kota Bogor.

Muhammad Rahadian

mgmp1

mgmp31mgmp4mgmp21

Bertempat di Laboratorium Komputer SMA Plus YPHB, Guru-guru Penjas dari SMA, SMK dan MAN kota Bogor mengadakan pelatihan pembuatan Blog untuk bahan ajar.

Hadir Pada Acara tersebut Kasie Kurikuklum Dikmenum Dinas Kota Bogor BPk. Drs. Ari Budiraharjo. Pengawas Penjasorkes kota Bogor Bpk Drs. hambali dan Kepala Sekolah SMA Plus YPHB Bpk. Drs Tri Suharnowo M.M sebagai Tuan Rumah penyedia fasilitas.

Kegiatan ini dilaksanakan Dalam rangka melaksanakan program kerja MGMP dan menularkan ilmu mengenai pembuatan blog kepada para guru penjas. Sebelumnya pengurus MGMP penjas telah dibekali pelatihan serupa. Begitu  kata  ketua MGMP Bpk.  Drs. Deden Cuhaya.

Pengawas penjas juga mengungkapkan bahwa  Selama ini anggapan banyak orang terhadap guru Penjas adalah guru yang kurang mampu menguasai bidang Teknologi Informasi (komputer), untuk menepis anggapan demikian maka guru penjas mesti di bekali dengan kemampuan penguasaan IT. Apalagi di era keterbukaan dan era komputerisasi seperti sekarang ini. Guru harus meningkatkan kemampuannya di berbagai bidang, tidak hanya bidang mata pelajarannya saja. demikian Drs. Hambali mengatakan.

Dalam sambutannya Kasie Kurikuklum Dikmenum Dinas Kota Bogor BPk. Drs. Ari Budiraharjo juga  mengatakan  bahwa, pandangan masyarakat terhadap guru Penjas harus berubah. Guru  saat ini mesti menguasai teknologi. Karena  kesejahteraan Guru  saat ini benar-benar diperhatikan. Guru  yang tidak mau meningkatkan kemampuannya dalam penguasaan teknologi Informatika  akan   ketinggalan.

Sedangkan Drs. Tri Suharnowo M.M sendiri  menginginkan  dan berharap agar  para guru  tidak sungkan-sungkan    untuk mendalami kemampuan penguasaan teknologi Informatika kepada  rekan-rekan  sejawat, dalam hal ini  SMA YPHB siap  dan membuka diri  untuk dijadikan pusat pembelajaran Teknologi Informatika oleh sekolah lain.

selesai Pembukaan dan sambutan, acara  dilanjutkan dengan peraktek membuat blog yang di pandu oleh Bpk Ukas Danaria, S.Pd. sebagai istruktur teman sejawat.

Ok  untuk Guru penjas tetap semangat, tingatkan terus prestasi di berbagai bidang..

Citius…Altius…Fortius…

mgmp5mgmp6mgmp7

Manfaat dan Kerugian Kopi bagi Kesehatan

Penulis : purwanti

Banyak orang mencoba bertahan dengan minum kopi. Misalnya, ketika piket malam, lembur kerja, dan sebagainya, kopi dipercaya bisa membantu.

Tetapi bila ingin tahan lama ber-aerobik, tentu kopi tidak dianjurkan. Sebuah penelitian baru di Amerika menunjukkan bahwa kafein dan latihan olahraga tidak bisa digabungkan. Ketika beberapa atlet mengonsumsi ekstrakafein untuk meningkatkan stamina mereka, para dokter menemukan kopi bisa membuat tekanan darah melambung tinggi.

Para peneliti juga menemukan, bahwa dua cangkir yang diberikan pada pengendara sepeda akan merasakan adanya tekanan. Aliran darah ke lengan mereka lambat, begitu juga pembuluh darah mereka sempit. Bagi para atlet atau yang gemar melakukan olahraga, berhati-hatilah minum minuman yang mengandung kafein.

Minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, sudah sejak lama dianggap tidak terlalu menguntungkan tubuh. Terlebih bila diminum secara berlebihan. Para ahli juga memperbincangkan bahwa kafein punya potensi menyebabkan kanker dan penyakit hati. Namun studi lain mulai bermunculan dan membantah bila kafein disebut merugikan kesehatan. Bahkan studi tersebut mengatakan justru membantu kesehatan.

Menurut Warta Konsumen (WK) manfaat kopi bisa sebagai stimulan. Dua cangkir kopi, tulis WK, menunjukkan mampu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Studi lain juga memberikan argumentasi, kopi mampu membantu petugas shift malam mempertahankan konsentrasi, mengurangi potensi kecelakaan industri, mengurangi kelelahan pengemudi, serta risiko kecelakaan di jalan raya.

Kafein juga mengurangi gejala batu ginjal dan batu dalam kandung empedu. Studi pada 81.000 perempuan yang diberi perlakuan minum kopi 200 ml atau sekitar satu cangkir per hari menunjukkan berkurang risiko batu ginjal sebanyak 10%. Hasil yang sama didapatkan dari studi pada 45.000 pria. Menjadikan kopi bermanfaat bagi kesehatan tentu saja harus diminum dalam jumlah ideal.

Penelitian terakhir menyarankan, jumlah konsumsi kafein yang moderat seharusnya tidak membahayakan bahkan beberapa bukti bermanfaat untuk kesehatan. “Sekitar 4-5 cangkir kopi per hari rata-rata masih dapat ditoleransi oleh metabolisme tubuh. Namun yang perlu diperhatikan, jumlah tersebut termasuk kafein yang berasal dari sumber makanan lain. Jika telah mengonsumsi cokelat dan minuman ringan lain, maka kopi atau teh harus dikurangi,” tulis WK.

Di dalam tubuh, kafein diserap oleh perut, dimetabolisme dalam hati, dan dibuang dari tubuh selama 2-10 jam. Umumnya, perokok mempunyai metabolisme kafein lebih cepat daripada yang bukan perokok. Sedangkan pada wanita hamil, metabolisme terhadap kafein lebih lama. Itulah sebabnya bagi wanita hamil disarankan agar menghindari kafein, karena hasil studi pada uji hewan menunjukkan bukti adanya cacat kelahiran.

Dan anjuran pelarangan itu dikeluarkan oleh FDA (badan pengawasan makanan dan obat AS) pada awal tahun 1980. Dilaporkan kafein mempunyai kontribusi pada permasalahan kesuburan, kasus keguguran kandungan, dan perkembangan janin serta bayi lahir dengan berat rendah. begitu juga dengan wanita yang sudah menopause dan kurang mengonsumsi kalsium sebaiknya menghindari konsumsi kafein tinggi. Karena semakin banyak kafein yang dikonsumsi, maka semakin banyak pula kalsium yang hilang dari air seni.

Jadi bagi wanita yang sudah menopause dianjurkan cukup mengonsumsi satu cangkir kopi sehari. Sedangkan pengaruhnya pada tekanan darah, hasil studi di Inggris dan AS menunjukkan, pengaruh teh dan kopi dalam ukuran sedang cukup kecil. Bila seseorang minum 1-6 cangkir teh/kopi sehari tidak signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner maupun serangan jantung.

Sumber <http://mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php?ar_id=Njg=>

Manfaat Olahraga Bagi Pria

Perlindungan terhadap penyakit jantung, stroke, diabetes, kegemukan, hipertensi, penurunan memori, kanker kolon, patah tulang, dan depresi pada pria dapat dilakukan dengan berolahraga. Tapi bagi yang perlu ekstra motivasi harus mempertimbangkan manfaat tambahan bagi prostat dan seksualitas mereka. Pernyataan tersebut adalah hasil laporan Harvard Men’s Health Watch

Sebuah studi di Swedia tahun 2006 melaporkan bahwa olahraga yang teratur berkaitan dengan penurunan risiko sedang dan gejala-gejala berat dari benign prostatic hyperplasia (BPH). Setelah memperhitungkan faktor risiko lainnya, kebanyakan pria yang aktif 28% lebih sedikit mengalami gelaja-gejala saluran kencing bawah dibandingkan pria yang kurang aktif. Menurut catatan the Harvard Men’s Health Watch, efek olahraga pada kanker prostat kurang jelas. Beberapa studi mengemukakan bahwa olahraga memang dapat menurunkan risiko kanker prostat.

Walaupun disfungsi ereksi tidak mengancam kehidupan, tapi dapat mengganggu kualitas hidup. Studi di Harvard mengaitkan olahraga teratur pada penurunan sebesar 41% risiko disfungsi ereksi. Olahraga yang dilakukan yaitu sekitar 30 menit berjalan dalam sehari. Sebuah uji klinik acak tahun 2004 melaporkan bahwa olahraga sedang (rata-rata kurang dari 28 menit per hari) dapat membantu mempertahankan performa seksual pada pria kegemukan yang mengalami disfungsi seksual.

Dalam studi tahun 2003, pria berumur lebih dari 50 tahun yang tetap aktif secara fisik mempunyai risiko impoten 30% lebih rendah dibandingkan pria yang tidak aktif. Pria semakin berumur, kemungkinan impotennya akan semakin tinggi.

Peneliti melakukan survey lebih dari 31.000 pria berberumur antara 53-90 tahun. Para sukarelawan tersebut mengukur kemampuan mereka tiga bulan sebelumnya tanpa perlakuan untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi yang cukup. Peneliti juga menganalisis pengukuran fungsi seksual lainnya dan melihat kebiasaan gaya hidup mereka.

Hasilnya menunjukkan bahwa pria yang aktif secara fisik dilaporkan kemampuan ereksinya lebih baik. Semakin fit seorang pria, maka akan semakin baik ereksinya. Latihan yang giat, setara dengan lari paling sedikit 3 jam seminggu atau bermain tenis tunggal 5 jam seminggu, dapat menghasilkan manfaat lebih dan penurunan risiko impotensi sebesar 30%.

Hasil temuan ini juga menunjukkan bahwa pria yang kurang dari 60 tahun mendapat manfaat paling banyak dari olahraga. Namun, kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat akan menghilangkan manfaat tetap awet muda. Peneliti mengharapkan agar para pria mendapat pesan penting dari penelitian ini, yaitu aktivitas seksual dapat bertahan kuat bertahun-tahun selama mereka menjalani hidup yang sehat.

Sumber : Harvard Men’s Health Watch

10 Kiat Hidup Sehat Tanpa Obat

Hidup yang multikompleks dewasa ini membuat kita bisa terlanda
“penyakit” aneh yang sulit diatasi, baik oleh kekebalan tubuh sendiri
maupun obat-obatan. Bagaimana kiatnya agar kita tetap sehat tanpa
harus sering berobat.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa tubuh kita mempunyai sistem kekebalan
yang mampu melindungi  badan dari serangan penyakit. Itu
kalausistemnya bekerja! Kadang-kadang suka ngadat.

Kalau sudah begitu, ya apa boleh buat! Kita terpaksa berobat. Namun,
niscaya juga tidak ada salahnya, mencoba berbagai kiat hidup mencegah
penyakit tanpa tergantung pada obat-obatan. Di mana-mana, mencegah
sebelum terjadi itu lebih baik daripada mengobati yang sudah telanjur
marak.

Berikut 10 tips yang dapat dipakai untuk itu:

1. Kenali diri Anda, baik fisik maupun kejiwaan

Ini agak filosofis, memang, tetapi sebenarnya justru di sini letak
kunci segalanya. Dengan mengenali diri sendiri, kita dapat mengetahui
kelemahan fisik tubuh kita, lalu dapat memutuskan apa yang baik dan
boleh dilakukan bagi tubuh, dan apa yang tidak.

Orang yang tanpa disadari telah keenakan menyantap makanan yang asin
secara berlebihan, misalnya,  lama-kelamaan merasakan tubuhnya
berubah, seperti cepat merasa pusing, berkurang keseimbangan tubuhnya,
dan sering merasakan aneka gejala tidak enak badan. Setelah
memeriksakan badan ke dokter, baru diketahui tubuhnya mulai mengidap
“penyakit” tekanan darah tinggi. Kalau sejak itu ia berusaha sungguh-
sungguh untuk mengurangi makanan asin dan berlemak, sambil melakukan
olahraga ringan secara teratur, maka “penyakit”-nya tidak mudah kumat,
dan ia tidak perlu sering pergi ke dokter lagi.

Bila Anda mempunyai keluhan seperti itu, seyogianyalah mencontoh orang
yang mengenal kelemahan dirinya sendiri itu. Begitu juga orang yang
mudah marah dan sukar mengendalikan diri karena tidak mengenal
kekurangan dirinya sendiri. Setelah mengenal kelemahannya, dan mau
memperbaiki kebiasaannya yang merugikan, lama-lama ia mahir menjaga
agar tidak mudah terpancing emosinya. Itu berkat ia berusaha mengenal
dirinya sendiri juga.

2. Tidak terburu-buru merasa sakit

Hanya karena bersin, batuk, atau agak demam, orang telah memutuskan
untuk minum obat. Padahal acap kali setelah dibiarkan tiga hari,
gejala sakit itu hilang sendiri. Tubuh memang mempunyai kemampuan
untuk menyembuhkan sendiri. Hanya dengan beristirahat cukup, gejala
sakit itu sudah hilang sendiri. Gejala pusing kadang bahkan dapat
hilang hanya karena menghirup udara segar di taman yang tidak tercemar
udara knalpot.

Gejala batuk dan bersin memang merupakan tanda serius juga, bahwa
tubuh sedang berusaha mengeluarkan kuman penyakit dari saluran
pernapasan. Demam berkeringat merupakan tanda tubuh sedang melawan
serangan kuman. Kalau gejala itu berlangsung selama tiga hari, karena
beratnya serangan, ya apa boleh buat, kita ke dokter untuk konsultasi
medis.

3. Mengusahakan variasi makanan sehari-hari

Melakukan variasi santapan, berangkat dari asumsi bahwa ada bahan
makanan tertentu yang lebih bermanfaat daripada jenis makanan biasa
sehari-hari. Kalau ini kita pakai sebagai selingan bagi jenis makanan
sehari-hari, maka kedua kelompok bahan itu dapat saling melengkapi.
Bila kita terbiasa makan daging ayam dan sapi, sebaiknya mengubah
kebiasaan itu, dan sekali-sekali makan ikan segar, tempe, dan tahu
sebagai selingan. Bahan ini mempunyai kadar lemak tak jenuh yang
banyak, dan berpotensi mengurangi risiko tekanan darah tinggi.

Sebaliknya, kalau kita terbiasa makan ikan, tempe, dan tahu telur saja
sehari-hari, pada suatu kesempatan makan santapan istimewa pada
kondangan temanten, atau arisan keluarga besar, ambil saja daging ayam
atau sapi. Protein daging hewan berperan mempertahankan laju
pertumbuhan tubuh dan mengganti sel-sel jaringan yang rusak.

Begitu juga dengan sayuran. Kalau hari demi hari kita makan sayur
mayur hijau, karena beranggapan bahwa yang serba hijau itu pasti
bagus, sesekali perlu variasi menyantap sayuran dan buah-buahan tidak
hijau, seperti tomat, wortel, jagung muda, paprika merah (sebagai
sayur), pisang, mangga, apel, jeruk (sebagai pencuci mulut).

4. Menyesuaikan konsumsi dengan tingkatan umur

Jumlah zat gizi yang diperlukan tubuh berbeda-beda bergantung pada
umur, jenis kegiatan, dan kondisi tubuh (dalam keadaan sakit atau
sehat). Pada anak-anak dan remaja yang sedang giat-giatnya tumbuh,
kelima unsur dalam makanan (karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan
mineral, serta air) sangat diperlukan, sehingga tidak perlu dibatasi.

Sebaliknya, pada orang dewasa dan lanjut usia, pembatasan itu mutlak
perlu. Karbohidrat dan lemak sebagai penghasil energi harus dikurangi
jumlahnya, mengingat kegiatan fisik mereka sudah menurun. Cara
mengurangi karbohidrat dan lemak ialah dengan mengurangi porsi nasi
dan goreng-gorengan. Sebaliknya, vitamin dan mineral serta air justru
harus dimakan dengan cukup. Zat-zat ini sangat perlu untuk
memperlancar metabolisme dalam tubuh, dan meningkatkan daya tahannya.
Hanya perlu diingat bahwa yang paling baik ialah memakai vitamin
alamiah, seperti yang terkandung dalam buah dan sayuran segar.

Sedangkan air yang diminum harus yang steril, aman dari kuman, seperti
air mineral yang benar memenuhi syarat sebagai air mineral. Boleh juga
air biasa yang selalu sudah direbus lebih dulu. Lebih kurang 60% dari
bobot badan kita berupa air atau cairan. Itu berarti kita harus minum
air lebih banyak daripada unsur makanan yang lain. Orang yang sedang
sakit dan terpaksa minum obat, malah harus minum air lebih banyak
lagi. Penderita “penyakit” sulit buang air, bisa tertolong dari
penderitaannya dengan setiap hari minum 2 – 3 gelas air putih sebelum
pergi ke belakang.

Konsumsi protein pada orang dewasa dan lansia juga perlu dikurangi,
meskipun tidak sebanyak pengurangan karbohidrat dan lemak. Cara
mengurangi protein ini ialah dengan mengganti menu makanan sumber
protein hewani dengan makanan sumber protein nabati, yang kadar
proteinnya kurang atau hanya sedikit. Misalnya, kacang-kacangan, tahu,
dan tempe.

5. Berolahraga secara teratur sesuai kemampuan

Berolahraga bertujuan memperlancar peredaran darah, dan mempercepat
penyebaran impuls urat saraf ke bagian tubuh atau sebaliknya, sehingga
tubuh senantiasa bugar. Banyak orang berpendapat, tanpa olahraga pun
kita sebenarnya juga sudah bergerak badan mirip olahraga, kalau
melakukan pekerjaan fisik sehari-hari seperti menyapu lantai,
membersihkan rumah, mencuci, dan menjemur pakaian.Tetapi apakah
“olahraga” semacam ini dapat kita lakukan secara teratur dan
berkesinambungan? Itu masalah tersendiri!

Diperlukan kemauan yang kuat, berdasarkan keyakinan bahwa olahraga itu
mutlak perlu agar badan tetap bugar, karena peredaran darah
diperlancar tadi. Pada gilirannya ini dapat meningkatkan kekebalan
tubuh.

Para penderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, infeksi paru-
paru, dan kencing manis, hendaknya berkonsultasi ke dokter dulu untuk
mengetahui jenis olahraga apa yang cocok. Biasanya olahraga yang
intensitasnya rendah dan dilakukan tidak terlalu lama.

Orang normal yang tidak mengidap penyakit, sangat baik memilih
olahraga yang kapasitas aerobiknya tinggi seperti renang, aerobik yang
high impact, naik sepeda stasioner, dan joging.

6. Selalu menjaga kebersihan

Lingkungan bersih di rumah, halaman, dan kompleks hunian memberi
suasana segar dan nyaman. Sebuah penelitian di Amerika Serikat
menunjukkan bahwa kelompok rumah yang mempunyai halaman dan lingkungan
tertata baik, hijau, dan asri, mempunyai persentase kesehatan
penghuninya jauh lebih baik daripada kelompok rumah miskin tanaman.

Lingkungan bersih membuat tubuh kita juga bersih, baik jasmani maupun
rohani. Kondisi ini mampu mencegah penyakit jasmani seperti infeksi
kulit, alergi debu, flu, bronkitis, dan “penyakit” rohani seperti
stres, frustrasi dan depresi, biang kerok menurunnya sistem kekebalan
tubuh.

7. Meluangkan waktu untuk bersantai

Meluangkan waktu tidak berarti minta istirahat lebih banyak daripada
bekerja produktif sampai melebihi kepatutan. Tidak! Meluangkan waktu
untuk istirahat itu sebentar saja, dan ini perlu, untuk setel kendo
sejenak di antara ketegangan jam sibuk bekerja sehari-hari. Ini perlu
dilakukan secara rutin.

Bersantai juga tidak berarti harus melakukan rekreasi yang melelahkan,
tetapi cukup berkumpul membicarakan masalah keseharian dengan rekan
sekantor, tetangga atau keluarga di rumah. Bukan tidak mungkin, mereka
dapat membantu memecahkan masalah, atau setidak- tidaknya meringankan
beban pikiran.

Bersantai seorang diri dengan merenung dan mawas diri juga perlu.
Makin sering dan rutin ini dilakukan, makin bagus keseimbangan jiwa
kita. Tidur nyaman juga bentuk bersantai seorang diri. Stamina akan
pulih dengan cepat, dan keseimbangan hormon dalam tubuh juga cepat
tercapai.

Tubuh letih dan pikiran kusut kalau dibiarkan berkepanjangan (sampai
dibawa ke kamar tidur), akan menurunkan daya kerja sistem kekebalan
tubuh. Pada gilirannya memudahkan serangan penyakit.

8. Back to nature

Trend pada awal dekade 1990-an di negeri Barat ini dilandasi
pengalaman bahwa gaya hidup pada zaman modern mendorong orang mengubah
kebiasaan makan, seperti misalnya lebih sering menyantap makanan
kalengan, sambal botolan, atau buah awetan. Juga jarang bergerak badan
karena kemudahan memakai alat bantu rumah tangga, seperti mencuci
pakaian dengan mesin cuci, menyapu lantai dengan penyedot debu,
bepergian dengan kendaraan, padahal cuma dekat dan lebih sehat
dilakukan dengan jalan kaki. Tubuh kita jadi manja, karena jarang
bergerak, sehingga mudah sakit karena lembek.

Sebaliknya, seorang pendekar silat, walaupun hidup di tengah zaman
modern, selalu sehat tubuhnya karena masih sering berjalan kaki,
latihan rutin dengan menggerakkan badan, dan tidak memakai alat bantu
hasil teknologi modern yang membuat orang jadi lembek.

Untuk kembali dekat dengan alam, kita bukannya harus ikut menjadi
pendekar silat, tetapi setidak-tidaknya menghindari bahan makanan
kalengan, dan malah memperbanyak makan sayuran dan buah yang segar.

9. Mengolah pernapasan

Mengolah pernapasan berarti mengatur cara dan frekuensi bernapas agar
lebih efisien. Dengan menghirup udara (oksigen) perlahan-lahan dalam
hitungan 15 kemudian melepaskannya kembali pelan-pelan juga dalam
hitungan 15, kita bisa menahan oksigen dalam badan lebih lama daripada
biasanya. Oksigen akan dipakai oleh organ tubuh secara efektif,
walaupun jumlahnya cuma sedikit.

Selama ini kita bernapas dengan frekuensi yang tidak teratur. Kadang
lambat, kadang cepat. Oksigen yang diirup juga cepat keluar lagi.
Belum sampai dimanfaatkan dengan baik, sudah keburu keluar. Dalam satu
menit kita benapas lima kali atau lebih.

Tetapi, dengan latihan teratur frekuensi bernapas itu bisa kurang dari
lima kali dalam semenit. Setiap kalinya selalu dalam, dan berdaya
guna. Akibatnya, oksigen yang dihirup cukup sedikit saja, tetapi sudah
efektif. Organ tubuh akan menyesuaikan diri dengan ketersediaan
oksigen yang sedikit ini, dan itu justru menguntungkan tubuh. Sebab,
dengan oksigen sedikit, tetapi toh sudah efektif itu, tubuh tidak
kebanjiran hasil pernapasan berupa CO2 banyak-banyak, yang tidak baik
bagi kesehatan.

10. Menggemari bacaan kesehatan

Ungkapan “Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta” sangat
pas untuk menyindir orang yang ingin tubuhnya sehat, tetapi tidak mau
bersusah payah mendekati bacaan tentang kesehatan. Kalau dekat, kita
akan tahu seluk-beluk kesehatan itu lebih baik, dankemudian dapat
memakainya untuk menyusun siasat menghindari gangguan penyakit.

PROGRAM KERJA MGMP PENJASORKES SMA KOTA BOGOR

TAHUN PELAJARAN 2008/2009

Kegiatan dan Sub Kegiatan

Pelaksanaan Bulan

7

8

9

10

11

12

1

2

3

4

5

6

A. Persiapan

1. Sosialisasi kepada pengurus dan peserta MGMP

X

B. Pertemuan Rutin

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

C. Penyusunan Perangkat Pembelajaran

a. Pengembangan Silabus dan Penilaian

X

b. Penyusunan RPP

X

c. Penyusunan Kisi-kisi

X

d. Pengembangan penilaian

X

B. Workshop PTK

1. Persiapan

a. Rapat persiapan

X

b. Penyusunan Administrasi dan Media

X

c. Pengadaan Materi

X

d. Penggandaan Materi

X

2. Pelaksanaan

a. Konsep dasar dan rancangan PTK

X

b. Praktik penyusunan tema dan judul

X

c. Nara Sumber

X

C. Penyusunan Bahan Ajar

1. Persiapan

a. Identifikasi data

X

b. Pembagian tugas

X

2. Pelaksanaan

a. Penyusunan Diktat/Modul

X

b. Penyusunan LKS

X

D. Pelatihan

1. Persiapan

a. Identifikasi sasaran

X

b. Identifikasi potensi

X

c. Penyusunan paket pelatihan

X

d. Penandatangan MoU dengan penyelenggara pelatihan

X

2. Pelaksanaan

a. Pelatihan Atletik

X

b. Simulasi pembelajaran

X

X

X

c. Pengenalan TIK sebagai media pembuatan bahan ajar

X

E. Olimpiade Olahraga

a. Seleksi Atlet

X

b. Pembinaan Atlet

X

X

X

c. Pertandingan dan Perlombaan

X

F. Hari Olahraga Nasional

X

G. Penyelenggaraan Kejuaraan

a. Bola Voli

X

E. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

X

X

X

VISI, MISI DAN STRATEGI

MGMP PENJASORKES SMA KOTA BOGOR

a. Visi

MGMP Penjasorkes sebagai wahana peningkatan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru

b. Misi

1. Mengembangkan potensi dan kualitas guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan se-Kota Bogor

2. Merencanakan dan melaksanakan program-program pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan siswa

3. Menciptakan proses pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang menarik, menggembirakan dan mencerdaskan

c. Strategi

Misi ke 1 : Mengembangkan potensi dan kualitas guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan se-Kota Bogor

Strategi : 1) Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa

2) Meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan jasmani di kelas

3) Mengadakan workshop dan pelatihan guru pendidikan jasmani

4) Mengembangkan silabus dan               bahan          ajar

5) Mengembangkan kualitas personal (SDM)

Misi ke 2 : Merencanakan dan melaksanakan program-program pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan siswa

Strategi : 1) Memprogram pendidikan jasmani yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan, minat dan tingkat perkembangan siswa

2) Membantu memperoleh peningkatan pengetahuan gerak yang kompleks

Misi ke 3 : Menciptakan proses pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang menarik, menggembirakan dan mencerdaskan

Strategi : 1) Mengemas pembelajaran pendidikan jasmani dengan cermat dan bervariatif

2) Menggunakan metode dan model pengajaran yang variatif

3) Mengemas bahan ajar ke permainan edukatif

4) Menanamkan dan menumbuhkan kesadaran dan pentingnya olahraga

SUSUNAN PENGURUS

MGMP PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN

Pembina : 1. Kepala Bidang Dikmenum Dinas Pendidikan Kota Bogor

2. Kasi Kurikulum Bidang Dikmenum

Penanggung Jawab : 1. Pengawas Mata Pelajaran / Rumpun

2. Drs. Maman Suherman (Kepala SMA Negeri 4 Kota Bogor)

Ketua : Deden Cuhaya Samsudin, S.Pd, MM (SMAN 10 Kota Bogor)

Wakil Ketua : Sentot Madiyono, S.Pd (SMA BBS Kota Bogor)

Sekretaris : 1. Widyantoro, S.Pd (SMAN 9 Kota Bogor)

2. Drs. Akep Karnadi (SMAN 4 Kota Bogor)

Bendahara : 1. Dra. Dedeh Rohayati (SMAN 4 Kota Bogor)

2. Dra. Sukatmi (SMAN 2 Kota Bogor)

Seksi-Seksi :

Pengembangan Kurikulum : 1. Ukas Danaria, S.Pd (SMA YPHB Kota Bogor)

2. Aris Kusuma, S.Pd (SMAN 7 Kota Bogor)

Pengembangan Prestasi : 1. Drs. Dedi Hamzah (SMAN 7 Kota Bogor)

2. Drs. Syarifudin (SMAN 3 Kota Bogor)

Humas : 1. H. Bandi Mulyadi, A.Md, S.Pd (SMA Rimba Kota Bogor)

2. Wawan, S.Pd (SMAN 6 Kota Bogor)

13-12-2008 18:28 WIB

BOGOR - Cukup berat beban yang harus ditanggung setiap kecamatan peserta Porkot. Bayangkan, untuk keikutsertaannya pada event yang berlangsung tiga hari itu, peserta kecamatan harus menyiapkan anggaran Rp30-Rp40 juta, sementara KONI hanya menyediakan dana bantuan sebesar Rp15 Juta.

“Jumlah anggaran yang dikeluarkan tergantung pada  kuota atlet yang dikirim. Semakin banyak atlet yang kita ikutsertakan, semakin tinggi anggarannya.

Ini memang berat, tapi tidak menjadi kendala. Kita harus mencari sisa anggaran dari para donatur,” ujar sekretaris kontingen Kecamatan Bogor Utara Widi Dwi Subagyo.

Menurut dia, besarnya anggaran yang dikeluarkan untuk Porkot seharusnya tidak menjadi beban, karena even ini menjadi ajang pencarian bibit berpotensi untuk Kota Bogor.

“Prestasi oke, kehormatan olahraga adalah segala-galanya,” kata dia menirukan moto Kecamatan Bogor Utara.

15-12-2008 08:35 WIB

BOGOR - PBVSI Kota Bogor ternyata kecewa dengan tidak digelarnya voli dalam kancah Pekan Olahraga Kota (Porkot) yang digelar 17-20 Desember ini. Padahal, voli menjadi salah satu cabor yang paling digemari masyarakat Kota Bogor selain sepakbola dan basket.

“Kami kecewa voli tidak masuk Porkot, padahal ini olahraga rakyat. Katanya camat kekurangan anggaran. Jika memang begitu, kenapa mereka tidak berbicara kepada kita. Toh, nanti kita bisa bersama-sama mencarikan jalan keluarnya,” ujar Ketua Umum Pengcab PBVSI Kota Bogor Adjat Sudradjat kepada Radar Bogor di sela-sela upacara Bogor Go Green Againts Global Climate Change and Save Our Jakarat di lapangan Yon Armed 315 Gunungbatu, kemarin.

PBVSI mengaku tidak pernah dilibatkan dalam peretemuan camat dan KONI dalam rapat persiapan Porkot. Padahal, menurut dia, jika para camat dan KONI berkoordinasi dengan PBVSI pastinya akan ada jalan keluar.

“Jika kita diajak berunding mungkin ada way out (jalan keluar). Kan banyak juga individu atau klub di Kota Bogor yang peduli dengan mencoba membiayai perhelatan ini. Tapi ini kan nggak. Kita tidak pernah diajak bicara,” kata Adjat kecewa.

Saat dikemukakan alasan KONI karena sudah digelar Kejurprov antar klub pada minggu ketiga November lalu, Adjat mengatakan hal tersebut tidak logis. Menurut dia, kejuaraan yang digelar di GOR Pajajaran Bogor itu merupakan ajang provinsi, sedangkan Porkot adalah pesta olahraga warga Kota Bogor.

“Coba saja tanya publik voli Kota Bogor, yaitu penggemar bola voli, atlet, pelatih, wasit dan lain-lain. Sebenarnya kita siap ikutserta dalam porkot itu. Lihat saja, waktu kejuaraan provinsi saja banyak yang suport, apalagi ini ajang untuk masyarakat Kota Bogor” kata dia lagi.

Meski demikian, dia tetap menghormati keputusan KONI itu dan tetap akan mendukung langkah pembinaan atlet potensial untuk Porprov 2010. “Kita akan tetap mengadakan program pembinaan sesuai dengan kalender event PBVSI,” pungkasnya. (man)

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.