Pengumpan:
Tulisan
Komentar

SUSUNAN PENGURUS

MGMP PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN

Pembina : 1. Kepala Bidang Dikmenum Dinas Pendidikan Kota Bogor

2. Kasi Kurikulum Bidang Dikmenum

Penanggung Jawab : 1. Pengawas Mata Pelajaran / Rumpun

2. Drs. Maman Suherman (Kepala SMA Negeri 4 Kota Bogor)

Ketua : Deden Cuhaya Samsudin, S.Pd, MM (SMAN 10 Kota Bogor)

Wakil Ketua : Sentot Madiyono, S.Pd (SMA BBS Kota Bogor)

Sekretaris : 1. Widyantoro, S.Pd (SMAN 9 Kota Bogor)

2. Drs. Akep Karnadi (SMAN 4 Kota Bogor)

Bendahara : 1. Dra. Dedeh Rohayati (SMAN 4 Kota Bogor)

2. Dra. Sukatmi (SMAN 2 Kota Bogor)

Seksi-Seksi :

Pengembangan Kurikulum : 1. Ukas Danaria, S.Pd (SMA YPHB Kota Bogor)

2. Aris Kusuma, S.Pd (SMAN 7 Kota Bogor)

Pengembangan Prestasi : 1. Drs. Dedi Hamzah (SMAN 7 Kota Bogor)

2. Drs. Syarifudin (SMAN 3 Kota Bogor)

Humas : 1. H. Bandi Mulyadi, A.Md, S.Pd (SMA Rimba Kota Bogor)

2. Wawan, S.Pd (SMAN 6 Kota Bogor)

13-12-2008 18:28 WIB

BOGOR - Cukup berat beban yang harus ditanggung setiap kecamatan peserta Porkot. Bayangkan, untuk keikutsertaannya pada event yang berlangsung tiga hari itu, peserta kecamatan harus menyiapkan anggaran Rp30-Rp40 juta, sementara KONI hanya menyediakan dana bantuan sebesar Rp15 Juta.

“Jumlah anggaran yang dikeluarkan tergantung pada  kuota atlet yang dikirim. Semakin banyak atlet yang kita ikutsertakan, semakin tinggi anggarannya.

Ini memang berat, tapi tidak menjadi kendala. Kita harus mencari sisa anggaran dari para donatur,” ujar sekretaris kontingen Kecamatan Bogor Utara Widi Dwi Subagyo.

Menurut dia, besarnya anggaran yang dikeluarkan untuk Porkot seharusnya tidak menjadi beban, karena even ini menjadi ajang pencarian bibit berpotensi untuk Kota Bogor.

“Prestasi oke, kehormatan olahraga adalah segala-galanya,” kata dia menirukan moto Kecamatan Bogor Utara.

15-12-2008 08:35 WIB

BOGOR - PBVSI Kota Bogor ternyata kecewa dengan tidak digelarnya voli dalam kancah Pekan Olahraga Kota (Porkot) yang digelar 17-20 Desember ini. Padahal, voli menjadi salah satu cabor yang paling digemari masyarakat Kota Bogor selain sepakbola dan basket.

“Kami kecewa voli tidak masuk Porkot, padahal ini olahraga rakyat. Katanya camat kekurangan anggaran. Jika memang begitu, kenapa mereka tidak berbicara kepada kita. Toh, nanti kita bisa bersama-sama mencarikan jalan keluarnya,” ujar Ketua Umum Pengcab PBVSI Kota Bogor Adjat Sudradjat kepada Radar Bogor di sela-sela upacara Bogor Go Green Againts Global Climate Change and Save Our Jakarat di lapangan Yon Armed 315 Gunungbatu, kemarin.

PBVSI mengaku tidak pernah dilibatkan dalam peretemuan camat dan KONI dalam rapat persiapan Porkot. Padahal, menurut dia, jika para camat dan KONI berkoordinasi dengan PBVSI pastinya akan ada jalan keluar.

“Jika kita diajak berunding mungkin ada way out (jalan keluar). Kan banyak juga individu atau klub di Kota Bogor yang peduli dengan mencoba membiayai perhelatan ini. Tapi ini kan nggak. Kita tidak pernah diajak bicara,” kata Adjat kecewa.

Saat dikemukakan alasan KONI karena sudah digelar Kejurprov antar klub pada minggu ketiga November lalu, Adjat mengatakan hal tersebut tidak logis. Menurut dia, kejuaraan yang digelar di GOR Pajajaran Bogor itu merupakan ajang provinsi, sedangkan Porkot adalah pesta olahraga warga Kota Bogor.

“Coba saja tanya publik voli Kota Bogor, yaitu penggemar bola voli, atlet, pelatih, wasit dan lain-lain. Sebenarnya kita siap ikutserta dalam porkot itu. Lihat saja, waktu kejuaraan provinsi saja banyak yang suport, apalagi ini ajang untuk masyarakat Kota Bogor” kata dia lagi.

Meski demikian, dia tetap menghormati keputusan KONI itu dan tetap akan mendukung langkah pembinaan atlet potensial untuk Porprov 2010. “Kita akan tetap mengadakan program pembinaan sesuai dengan kalender event PBVSI,” pungkasnya. (man)

16-12-2008 11:15 WIB

Kritikan PBVSI jadi Masukan Berharga

Kejurkot Lebih Efektif

BOGOR - KONI Kota Bogor memahami kekecewaan PBVSI dan publik bola voli Kota Bogor terkait tidak dipertandingkannya cabor itu dalam arena Porkot. Hanya saja KONI tetap berpendirian bahwa bola voli tetap tidak bisa dipertandingkan karena sudah menjadi kesepakatan dengan para camat se-Kota Bogor.

Ketua KONI Kota Bogor, Basuki mengatakan, pihaknya menghargai pandangan yang diucapkan ketua umum Pengcab PBVSI Kota Bogor, Adjat Sudradjat pada hari ini edisi kemarin. KONI menganggap tanggapan itu sebagai masukan yang membangun.

“Perlu diketahui bahwa bola voli awalnya masuk dalam daftar yang akan kita pertandingkan, seperti yang kita bahas dalam rapat di Puncak akhir bulan lalu. Namun  saat kita melakukan pertemuan dengan para camat, ya akhirnya dibatalkan,” beber Basuki saat ditemui Radar Bogor di sekretariat KONI Kota Bogor, kemarin.

Basuki kembali menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan setingkat kota tiap pengcab (kejurkot) jauh lebih efektif dan bermanfaat dari Porkot. Meski dalam pelaksanaannya semua teknis pertandingkan diserahkan kepada pengcab, Basuki menyatakan KONI tidak akan tinggal diam.

“Program kita yang sebenarnya adalah menyiapkan atlet untuk Porprov 2010. Kita pakai beberapa cara untuk melangkah ke sana, diantaranya Porkot, Kejurkot dan pemberdayaan atlet-atlet lama yang masih berpotensi merebut emas di Porprov nanti,” kata Basuki lagi.

Meski voli tidak dipertandingkan dalam ajang Porkot, Basuki menyakini hal ini tidak akan mempengaruhi kemeriahannya. Basuki juga berharap masyarakat Kota Bogor memberikan dukungan kepada atlet-atlet yang bertanding.

Sementara itu, panitia Porkot berencana melakukan gladi bersih pembukaan Porkot hari ini. Humas panitia Porkot, Ratna Sutisna mengatakan acara pembukaan Rabu (17/12) akan dihadiri ketua KONI Jawa Barat, HM Ruslan. (man)

BERITA RADAR BOGOR

28-10-2008 11:59 WIB
Gugah Semangat Siswa dengan Permainan Khusus
Guru Penjas Harus Pandai Berinovasi

BOGOR - Rendahnya minat siswa SMK terhadap pelajaran Pendidikan Jasmani (Penjas) membuat Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) mengumpulkan seluruh guru Penjas SMK sekota Bogor. Melalui workshop Pengembangan Model Pembelajaran {embelajaran Penjas Orkes di Sekolah Menengah Kejuruan, para guru Penjas ini pun dituntut untuk  menciptakan inovasi agar siswanya bisa mencintai mata pelajaran yang satu ini.

Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan (Penjas Orkes) terkadang diperlakukan bak anak tiri dibandingkan mata pelajaran akademis lainnya. Bahkan sebagian tidak ada yang memperhatikan keberadaan mata pelajaran ini.

“Padahal Penjas Orkes ini merupakan kombinasi maksimal jika diseimbangkan dengan mata pelajaran yang lain,” ujar Ketua MGMP Penjas Orkes Euis Sartika kepada  Radar Bogor, kemarin.

Tak hanya itu, Euis menambahkan, selama ini tidak ada yang menganggap pentingnya mata pelajaran penjas. “Sekarang akademisnya bagus, tetapi tidak didukung oleh fisik yang kuat akan sia-sia,” tambahnya.

Melalui Workshop yang rencananya digelar tiga hari berturut-turut (27-29/10) ini diharapkan bisa menggugah guru mata pelajaran untuk melakukan terobosan maupun inovasi meski dengan adanya keterbatasan sarana dan prasarana.

“Keterbatasan sarana dan prasarana jangan membuat guru Penjas kendur semangatnya, sebaliknya justru harus lebih semangat” tambahnya.

Salah satunya dengan membuat permainan khusus yang bisa membuat siswa menjadi lebih semangat. “Dengan catatan tidak melenceng dari mata pelajaran Penjas” tandasnya sambil beralasan jika dibuat permainan setidaknya bisa membuat siswa lebih mencintai mata pelajaran Penjas.(nie)

(Redaksi)

Selasa, 16/12/2008 21:07 WIB
AFF Suzuki Cup

Jakarta – Indonesia gagal memanfaatkan kesempatan bermain di kandang saat menjamu Thailand dalam laga semifinal Piala AFF. Pasukan ‘Merah Putih’ dipaksa menyerah dengan skor 0-1.

Hasil ini memperpanjang rekor buruk Indonesia jika berhadapan dengan Thailand di ajang yang dulunya bernama Piala AFF ini. Sejak pertama dihelat tahun 1996, Indonesia lebih sering menelan kekalahan atas tim Gajak Putih

Kekalahan ini jelas mempersulit peluang Indonesia lolos ke babak final. Anak asuh Benny Dollo wajib memetik kemenangan pada leg kedua yang akan digelar di Thailand pada Sabtu (20/12/2008) mendatang untuk menjaga peluang melangkah ke partai puncak.

Meski menjalani laga tandang dan harus bermain di bawah tekanan publik Senayan, Thailand tetap menunjukkan kelasnya sebagai tim tangguh Asia Tenggara. Dengan tempo cepat mereka langsung menekan pertahanan Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (16/12/2008).

Upaya tersebut terbukti sangat efektif karena Thailand mampu unggul cepat saat pertandingan baru berjalan lima menit melalui tandukan Teerasil Dangda yang menerima crossing dari sisi kiri. Gol ini tak lepas dari kesalahan Markus Horison yang terlihat ragu keluar dari sarangnya, bola yang mengarah ke sudut atas tiang jauh tak kuasa dihalau kiper Persik Kediri itu.

Dalam posisi unggul, Thailand sama sekali tak mengurangi tekanannya. Di menit 11 Nova Arianto bahkan sampai membuat gol bunuh diri saat berupaya menghalau bola tendangan bebas, namun gol tersebut dianulir wasit karena dalam prosesinya terjadi pelanggaran terhadap Nova.

Dalam beberapa menit kemudian, Thailand masih menguasai penuh jalannya pertandingan. Dengan permainan yang jauh lebih taktis Thailand terlihat mudah menembus lini pertahanan Indonesia.

Beberapa peluang tambahan pun tercipta di antaranya melalui tendangan bebas Datsakorn Thonglao. Sementara peluang emas Winothai saat tinggal berhadapan dengan gawang yang kosong gagal berujung gol karena sepakannya tak sempurna mengenai bola.

Indonesia baru memiliki peluang pertama di menit 25 saat shooting Firman Utina dari dalam kotak penalti masih membentur kaki pemain bertahan Thailand dan cuma membuahkan tendangan sudut.

Setelah peluang tersebut Indonesia seperti mendapat angin. Serangan yang terorganisir mulai bisa dipergakan, meski tak ada yang benar-benar membahayakan gawang Thailand. Justru gawang Markus yang nyaris kebobolan di menit 39 kalau Ismed Sofyan tidak membuang bola yang bergulir mengarah masuk ke gawang setelah Isnan Ali kalah sprint dengan pemain Thailand sementara Markus gagal menghalau saat tinggal berhadapan satu lawan satu.

Memasuki babak kedua, Indonesia tetap kesulitan meladeni permainan Thailand. Saat upaya membangun serangan tak kunjung membuahkan hasil karena tak terpola dengan baik dan banyaknya umpan yang salah, Thailand jutru konsisten dengan serangan rapi yang selalu membahayakan.

Kesempatan tim tamu memperbesar keunggulan kembali datang di menit 52. Tendangan bebas Thonglao dari sisi luar kotak penalti membentur mistar saat Markus tak bereaksi menghalau bola yang datang.

Sebuah kesalahan umpan dari M.Ilham di daerah pertahanan sendiri sempat membuat publik Gelora Bung Karno kembali menahan napas. Beruntung buat tuan rumah karena sepakan keras Winothai yang memanfaatkan kesalahan tersebut melenceng jauh dari sasaran.

Secara umum tak banyak perubahan terjadi di babak kedua ini. Markus malah beberapa kali harus berjibaku mengamankan gawangnya dari tendangan dari luar kotak penalti yang bergantian dilepaskan Thonglao dan Winothai.

Lima menit sebelum laga berakhir Thonglao hampir memperdaya Markus saat bola yang dicungkilnya melewati kepala kiper plontos itu dan cuma melenceng tipis dari tiang jauh gawang Indonesia.

Indonesia memberikan tekanan sengit di masa injury time. Beberapa kesempatan mencetak gol menyamakan kedudukan sempat tercipta, salah satunya lewat sepakan Budi Sudarsono yang cuma membuahkan tendangan sudut karena bola yang diarahkannya masih membentur tubuh pemain belakang Thailand.

Di sebuah rumah sakit jiwa ada sekelompokan pasien sakit jiwa yg sedang maen bola,tapi yg aneh semuanya maen dengan bola boling (semua pasti tau bola boling beratnya kayak apaan!).
Lalu dokter melihat ke semua pasiennya dan berkata,
“dasar orang gila, maen bola pake bola boling”.
Tapi si dokter melihat ada 1 orang gila sedang berdiri disamping tiang gawang, lalu di dokter datang ke orang gila tersebut dan bertanya
“Kamu lagi ngapain? kok semua orang maen bola kamu nggak?” si dokter bertanya.
Lalu ia menjawab “Nggak ah dok. ngapain saya maen bola pake bola boling, nantikan bisa sakit kaki saya.”
Si dokter kagum akan jawaban si pasien tersebut, lalu kembali bertanya
“Wah, jadi kamu sudah sembuh ya?”.
“Iya dong dok”
Dan si dokter kembali bertanya
“Jadi kamu ngapain di sini?”.
dan si or-gil menjawab
“Lagi tunggu umpan lambung dok !!!”
????!!!@@@!$%^$@

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.